Wednesday, November 7, 2012

I'm Flying to Bengkulu

Hari jumat kemarin (November 2nd, 2012) sebelum berangkat ngantor, Bang Ricky minta dicekin tiket ke Bengkulu. Mereka (Poltak, Bang Ricky, Vika and Doji) berencana mengunjungi Papa dan Ibu, sayapun dipaksa ikut. Awalnya gak mau, kenapa? Lagi dalam masa pengiritan euy, apalagi bookingnya last minute gini bisa kena sejutan deh pulang-pergi. Sampe kantor, langsung idupin kompi dan buka website Lion Air, Batavia dan Sriwijaya. Setelah berembug dan melewati naik turun harga, terpilihlah penerbangan ini dengan harga Rp. 1.075.000 (return ticket per person). Huaaaaaa, cukup berantakan deh tabungan saya, hihihi..

Penerbangan DetailBerangkatTiba
JT 636
737-900ER
0 Pemberhentian
1h 15m
Jakarta (CGK)
Sabtu 08:00
Bengkulu (BKS)
Sabtu 09:15           













JT 635
737-900ER
0 Pemberhentian
1h 20m
Bengkulu (BKS)
Minggu 14:45
Jakarta (CGK)  
Minggu 16:05       


Malemnya, pulang ngantor langsung packing. Bingung mau dimasukin ke mana 3 pasang pakaian, 4 jilbab, mukena, dan barang-barang pribadi lainnya. Sebagai tanda tanggung jawab poltak karena meminjam koper saya, saya di kasih (pinjam) tas hitamnya (hadiah ulangtahun dari mama). Alhamdulillah muat, sebenernya dimuat-muatin sih. Selesai packing baru keingetan, si Wardah (sabun cuci muka saya) ada di dalem kamar mandi yang terkunci dari dalem, walhasil pergilah saya ke indomaret, alfamart, alfa midi, dan semuanya gak ada. Ujung-ujungnya ke carefour juga. Mana gak pake jaket pula, soalnya saya pikir gak akan sejauh ini. Yah, begitulah perjuangan mencari yang halal. Si Wardah ini sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI loh. Tenang dan nyaman banget kalo gunain produk yang jelas kehalalannya. Ini pure testimoni customer, bukan promosi tau! Hihihi

Paginya bangun jam 4 lewat, langsung siap-siap mandi, sholat dan buat sarapan. Antusias? Pasti! Karena ini pertama kalinya saya akan terbang. Iya, terbang! Bahasa noraknya adalah pertama kali naik pesawat. Hahahaha. Tepat jam 5.30 pagi kita meluncur ke Airport. Cuaca lagi berawan dan gerimis kecil yang lumayan awet. Sesampainya di Airport merapat check-in. Saya benar-benar memperhatikan step by stepnya, siapa tau besok-besoknya berangkat sendiri jadi gak buta banget. Hihihi..

Ketika check-in, tiket dan KTP kita akan diminta oleh petugas. Jangan lupa kita registrasi dulu barang-barang yang mau dimasukkan ke bagasi. Setelah koper aman diluncurkan ke jalur yang berjalan (gak tau apa namanya), dan boarding pass sudah ditangan, jangan lupa bayar airport tax. Dari sini, kita menuju eskalator dan masuk ke waiting room gate 1B.

at waiting room
 
Gak lama, si mbak operator mengumumkan kita sudah diperbolehkan masuk pesawat. Jarak dari waiting room ke pesawat lumayan juga, ya itung-itung olah raga gratis lah :D

Kita dapet seat di 10ABCD, pastinya saya duduk di D gabung sama mas-mas yang kaya Ian Kasela. Hihihi. Duduk, pasang safety belt, clingak clinguk deh. Gak usah heran kenapa, kan ini pertama kalinya saya naik pesawat. Mbak-mbak pramugari mulai memeragakan cara memakai pelampung dan menunjukkan emergency exit. Nah, detik-detik menuju take-off tuh saya cuma bisa cengar-cengir gak karuan. Semakin lama kecepatan pesawat makin kencang dan diimbangi juga sama suara mesin yang bikin kuping pengang. Dan betapa bahagianya ketika menyadari roda pesawat udah gak ditanah lagi. Yeah, I'm flying, Dude! I'm flying!

Setelah lampu tanda safety belt harus digunakan di-non-aktifkan, saya langsung melarikan diri ke toilet di bagian depan. Sebenernya dari tadi kebeletnya tapi ditunda terus. Ihh, nyesel banget pipis di pesawat! Udah sempit, gelap (tapi gak tau juga sih kalo ada tombol lampunya, hehe) dan gak ada buat itunya pula. Buat itunya tuh gak ada (gak perlu saya jelasin pada ngerti sendiri kan?!) Huahahaha..

Selama di dalam pesawat, mata saya mengarah hanya ke window. Melihat betapa luar biasanya langit yang Allah ciptakan, awan-awan putih nan indah, hamparan tanah yang subur, laut yang terhampar luas, Subhanallah Alhamdulillah. Tiba-tiba pilot bersuara "flight attendant landing position". Gak lengkap dong take-off tanpa landing. Pesawat makin menurun gak selaras dengan detak jantung saya yang malah semakin tinggi. Kaget sekaget-kagetnya ketika roda pesawat pertama kali menyentuh aspal, "ohh, ini ya namanya landing, kok bikin jantung kaya mau copot yah?" *ngomong sama diri sendiri* :D

Alhamdulillah, mendarat dengan rasa deg-degan di Bandara Fatmawati Soekarno - Bengkulu. Disambut dengan girang oleh Papa dan Ibu. Dari bandara, meluncur deh ke rumah. Niatnya cuma mau rebahan eh ketiduran, hihihi.

First Day
Ba'da dzuhur, kita meluncur ke Pantai Panjang. Cuma 10-15 menit dari rumah. Gak heran kalo pantai ini dinamakan Pantai Panjang, emang panjang banget. Ciyus deh :D


Pantai Panjang

Karena udah siang dan perut sudah kelaparan, mampirlah kita ke sebuah tempat makan lesehan. Namanya Marola, kata Ibu artinya Marilah. Disini menyediakan berbagai macam seafood dengan banyak pilihan mau dimasak apa aja bisa. Comment untuk Marola: Masakannya biasa aja. Nothing special titik.

ada komunitas pete lagi gantung diri -____-
 

 
 Selesai makan, mampir ke Benteng Fort Marlborough


  Bersama Poltak di Gerbang Utama

Benteng ini lokasinya deket banget dari garis pantai (Pantai Panjang). Oya,benteng ini punya meriam yang siap nembak musuh yang menyerang lewat laut. See picture below:

 mau ditembak kok mesem-mesem :D


Second Day
Hari kedua dan terakhir di Bengkulu, tujuan pertama kita ke sebuah danau yang diberi nama "Dendam Tak Sudah". Ini bukan judul sinetron yah, pure nama danau loh. Agak ngeri plus kaget juga sih pas denger pertama kali. Hahaha.. Di pinggir danau berjejer tenda-tenda buat memandang. Ada yang makan jagung bakar, es kelapa sampe indomie goreng (jauh-jauh ke Bengkulu makan indomie juga) -_____-'

pose sok imut di bibir danau

Introducing: (ki-ka) Doji-Poltak-Pikot-Bang Ricky


Rute kedua mampir ke Rumah Pengasingan Bung Karno tahun 1938-1942.

Rumah sederhana yang hangat


Kendaraan Bung Karno selama diasingkan




Siang makin terik, kita mulai hunting nyari pempek yang enak hingga akhirnya mendarat di Warung Pempek Zaskia. Ini adalah warung pempek yang lumayan terkenal di Bengkulu. Anehya, yang dagang itu ajaib banget. Wallahualam deh sebenernya dia niat jualan apa engga. Si poltak aja sampe terheran-heran dibuatnya. Comment dari warung ini: pempeknya lumayan enak dan pelayanannya saya kasih nilai 5 dari 10.

Perjalanan selesai, saatnya pulang dan packing. Karena hari ini panasnya luar binasa, saya mandi lagi (penting?). Dari rumah ke airport cuma 6 menit, check-in jam 14:30 dan flight kita jam 14:45. Beri tepuk tangan dulu untuk Bengkulu yang serba dekat ini *prok prok prok*

Jantung saya kembali berdetak kencang ketika mesin pesawat semakin keras membuat tarikan untuk lepas landas. Saya kembali terbang untuk kedua kalinya. Alhamdulillah, mendarat dengan sangat cantik dan lembut di Soetta. Terima kasih papa dan ibu untuk 2 hari yang menyenangkan dan udah jadi guide kita selama di Bengkulu. See you next chance, sky!















No comments:

Post a Comment