Thursday, October 11, 2012

When I Decided to Say "No" it Means "No"

Postingan ini melanjutkan cerita sebelumnya tentang posisi baru yang ditawarkan ke saya. Finally, i decided to summarize day by day my activities during this week:

Senin
Jam 8.30 pagi dipanggil Pablo dari ruangannya dan ditawarin posisi itu. Dengan yakin saya jawab "No".

Selasa
Jam 4 sore ditelepon Bu Sri dan discuss bersama Pak Pandu. Disitu saya jawab tidak, tapi mereka ngasih kesempatan berpikir sampe besok pagi. Disini mereka bisa dibilang cukuo memaksa untuk ngelakuin sesuatu yang gak saya pengen. Arrggggg...

Rabu
Jam 9 pagi disamperin Bu Sri. My answer remain the same.
Jam 10 pagi diajak ke meeting room depan sama Pak Tomy, lagi-saya jawab tidak dan Alhamdulillah beliau mengerti karena ketakutan saya. Rasa takut tidak bisa menjadi yang mereka mau.

Kamis
Jam 11.30 disamperin Pablo dan diajak ke ruangannya. Kali ini dia lebih melas daripada sebelumnya, jauh lebih melas. "Mita, please. I'm begging you. I have no plan B. Please help me." Itu kata-kata yang paling terngiang di kuping saya. Bahkan saking gak kuatnya, saya sampe berkaca-kaca dan tak kuase liat mukanya dia yang baru kali ini memohon dengan amat sangat. "Mita, look at me please", ucapnya. Akhirnya dia mengerti juga kenapa saya gak bisa ambil posisi ini. "No worries, Mita. No Worries"

Akhirnya Pablo garuk-garuk kepala sambil nutupin muka (persis pemain bola yang gagal ngegolin ke gawang lawan). Suasana kembali cair dan dia mulai percakapan ringan.
Pablo: So, where do you come from Mita?
Mita: West Sumatra, Padang. I'm minangkau
Pablo: Ohh, that's why you're so stubborn
Mita: Hahaha yeah, maybe (dalem hati bilang "gak ngaruh kale blo")

Terus dia nanya tuh, ini percakapannya saya tulis dalam bahasa Indonesia aja yak, capek ngetik English mulu.

Pablo: Jadi recruitment admin mau gak?
Mita: Bantu kerjaan Musofa (Recruiter) dong?
Pablo: Iya lah
Mita: Tapi tetep di bawah ISS? (sambil pasang muka sedih)
Pablo: Engga. Jadi permanen
Mita: Hah? Ciyus? Miapah? Mau banget lah (pasang tampang muka girang)
Pablo: Alright (sambil mijetin keyboard)

Selesai percakapan yang gak jelas itu, saya langsung capcus dari ruangannya Pablo. Dia yang saya pikir udah meyerah ternyata masih aja gpdain kalo berpapasan dan bilang "Mita Mita Mita". Huahaha!

Before and after, thanks to Pablo Pusterla alias Papa Bear, Pak Tomy and Pak Pandu atas kesempatannya menawarkan saya posisi baru ini. Untuk Bu Sri, Mba Endah dan Kak Rani yang bener-bener support saya untuk maju. Mohon maaf kalo keputusan ini mengecewakan banyak pihak. Intinya, saya cuma mau mengikuti kata hati bukan paksaan orang-orang sekitar karena yang akan menjalani adalah saya bukan mereka.


No comments:

Post a Comment