Bismillahirrohmanirrohim..
Tepat 1 Oktober 2012 ini saya dan MRA memulai komitmen kami untuk saling menjaga. Menjaga dalam segala hal. Memang, diantara kami tidak ada kata jadian atau pacaran sejak 4 tahun lalu dan semuanya mengalir begitu saja namun tetap dengan komitmen pernikahan pastinya. Saya bukan tipe perempuan yang suka berganti pasangan, ini semua adalah tentang hati dan perasaan. Memasuki tahun keempat ini, kami mulai menyadari betapa banyak waktu dan materi yang terbuang sia-sia untuk bersenang-senang dengan hubungan ini yang belum berstatus halal ini.
Mochammad Rizky Ananda
Dia yang mengerti dengan keegoisan saya
Dia yang sholeh dengan ibadah-ibadahnya
Dia yang tidak neko-neko dan apa adanya
Dia yang begitu menyebalkan ketika bersama
Dia yang hidungnya pesek dan bokong besarnya
Dia yang sering membuat saya bad mood seketika
Dia yang mencintai bola melebihi cintanya untuk saya
Dia yang menerima saya dengan kekurangan yang ada
Dia yang tidak merokok walaupun pernah mencobanya
Dia yang pertama mengisi hati saya dengan keseriusan dan kekanak-kanakannya
Dia yang tak ragu berhenti untuk menolong ketika melihat siapapun yang kesusahan dengan motornya
Ahh, begitu banyak dia yang dia yang lainnya gak bisa saya tulis satu demi satu di postingan ini. Satu hal yang jelas, dia itu luar biasa.
Ini dia peraturan baru yang berlaku per Oktober ini:
1. Frekuensi bertemu dikurangi (maksimal 1 minggu sekali) diluar waktu mengaji (selasa, kamis dan jumat) dan jadwal latihan futsalnya (senin dan sabtu) dan itu artinya antara hari Rabu dan Minggu.
Sebelumnya mungkin kita bertemu 3-4 kali dalam seminggu.
2. Dalam pertemuan NO BODY CONTACT AT ALL.
Tadinya saya benar-benar menyukai ketika dia menggenggam erat jemari saya ataupun saya yang menggandeng tangannya, sekarang saya harus terbiasa tidak melakukannya.
2. Berkomunikasi langsung atau via media tanpa kata-kata sayang, cinta, rindu, kangen, pretty, sweety, honey, baby dan sejenisnya
Kata "aku sayang kamu" sering kami ucapkan satu sama lain. Sekarang harus bisa tanpa kehadiran kalimat itu sampai saat yang tepat nanti.
Jujur, saya ingin sekali menjadi yang halal untuknya karena memang itu tujuan kami sejak sekolah menengah kejuruan. Semoga Allah meridhoi niat baik kami dan mengampuni segala kekhilafan yang kami perbuat selama menjalani hubungan yang belum halal di hari-hari kemarin. Dan bantulah kami dalam proses memantaskan diri untuk berjodoh dengan seseorang yang baik agamanya yang telah Engkau takdirkan dan permudahlah rezeki untuk kami Ya Robb. Amin Allahuma Amin..
Allahuma yaasir wa laa tu'assir
Ya Allah, mudahkanlah jangan dipersulit
No comments:
Post a Comment